Archive | May, 2015

MISI BUDAYA KTF UI 2014

6 May

Melestarikan budaya Indonesia bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya terian dan musik. Pelestarian kebudayaan tersebut dilakukan kembali oleh KTF UI Radha Sarisha, yang dulu juga mengikuti pelestarian kebudayaan dua kali di Eropa. KTF UI merupakan komunitas tari yang merepresentasikan Indonesia ke kancah Internasional, dengan melakukan misi budaya pada tahun 2014 di Amerika. KTF UI mengikuti tiga festival, yang pertama adalah Springville World Folkfest pada tanggal 28 Juli-3 Agustus 2014, selanjutnya adalah Summerfest Dance Festival di Bountiful pada tanggal 4 Agustus-10 Agustus 2014, yang terakhir International Days di South Jordan. KTF UI membawa 32 kontingen, yang terdiri dari penari dan pemusik.

image

KTF UI membawakan 13 tarian, yakni tari Ahoi dari Melayu Deli, tari Piring dari Sumatera Barat, tari Hadra dari Melayu, tari Serampang dari Melayu Sumatera Barat, tari Zapin Kasmaran dari Melayu Sumatera Barat, tari Baku Dapa dari Sulawesi, tari Batak dari Karo Sumatera Utara, tari Kembeng Melate dari Madura, tari Rondang Bulan dari Tapanuli Selatan, tari Mpok Ngigel dari Jakarta, tari Saman dari Aceh, tari Kancet Gantong dari Kalimantan, dan Gaba-gaba dari Maluku. Lalu ada pula beberapa musik yang dibawakan yakni Tak Tong Tong, Anging Mamiri, Rambadia, Lenggang Maye, Ondel Ondel, Kasmaran, dan Sipatokaan.

nknknk (1) ubuu 53dc8e560682d.preview-620

Selain melakukan festival budaya di Amerika, KTF juga melaksanakan perayaanan hari raya di Springville, mengajarkan tarian gaba-gaba, saman ke sekolah-sekolah, lalu ada juga street dance yang ditampilkan dijalan dengan bergabung bersama masyarakat. Selain Radha Sarisha, banyak juga Negara-negara yang berasal dari Belgia, Perancis, Polynesia, Australia, Bangladesh, Lithuania, Taiwan, dan Amerika Serikat yang ikut berpartisipasi dalam festival kebudayaan ini.

jg p857033807-4

Pada misi budaya tahun 2014 ini, KTF UI Radha Sarisha juga didukung oleh International Organization of Folk Art (IOV) Indonesia, yang merupakan organisasi pemerintahan dalam hubungannya dengan Organisasi PBB yang berfokus kepada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan juga kebudayaan (UNESCO).

UI ART WAR 2014

2 May

UI Art War merupakan salah satu program kerja dari Departemen Seni dan Budaya Badan Eksekutif Mahasiswa UI yang selalu mendapatkan respon positif setiap tahunnya. Sebagai acara seni terbesar se-UI ini UI Art War selalu mendapatkan respon yang luar biasa dari seluruh kalangan civitas UI.

Pada tahun ini, UI Art War mengangkat tema “Karya Selaras Rupa”. Melalui tema ini, panitia UI Art War berharap agar setiap insan di UI dapat mengembangkan bakat seni yang terpendam untuk dapat diwujudkan dalam karya yang selaras dengan imaji tiada batas. Kegiatan ini rutin diikuti oleh 14 Fakultas di UI, di antaranya; Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran gigi, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Fakultas Ekonomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Vokasi, Fakultas Farmasi.

Processed with VSCOcam with b5 preset

Sebagai salah satu peserta dalam acara UI Art War ini, kami Komunitas Tari Fisip Universitas Indonesia ( KTF UI ) juga memberikan andil sebagai wakil dari FISIP UI dalam menyumbangkan sebuah karya seni berupa tarian tradisional yang dipadu dengan tari modern dan kontemporer dan diiringi dengan musik live. Dengan bangga kami mempersembahkan karya kami yang berjudul “ Dzahab Najwan ”.

Processed with VSCOcam with b5 preset

“Dzahab Najwan” merupakan sebuah tari kreasi yang diadaptasi dari daerah Melayu yang kental dengan nuansa Islami. Tarian ini merupakan hasil kreasi kolaborasi antara tari dan tatanan musik dari Kak Jamilah Siregar sebagai penata gerak dan Bang Imam Firmansyah sebagai penata musik. Tarian ini meceritakan tentang keharmonisan dan kedinamisan umat manusia dalam kehidupan bermasyarakat sehingga menghasilkan satu paham tauladan yang mengajarkan hidup secara damai dan tentram. Adanya keberagaman tiap individu dalam berekspresi tidak menjadikannya hambatan, namun keberagaman itu menjadi pemersatu sebagai keutuhan dalam sebuah karya. Secara garis besar, tarian ini menggambarkan bahwa kita dapat mengekspresikan seni secara bebas tidak terpaku dalam kondisi yang kaku dan terbatas. Adanya perbedaan dalam mengekspresikan seni justru menjadi alat pemersatu.

Processed with VSCOcam with a4 preset

Processed with VSCOcam with a4 preset

Dan yang sangat membanggakan bagi kami adalah bisa membawa pulang piala sebagai Juara I Tari dalam acara seni UI Art War 2014 ini. Semua ini dapat tercapai berkat usaha maksimal dari para penari dan pemusik serta bantuan dari semua crew yang terlibat dalam

menyukseskan penampilan ini.

piala3

Penari: Azzahrah, Dewinta, Rizka, Sabila, Inas, Dicky, Nandadiko, Yosia, Haris, Kevin, Gala, Fardhan.

Pemusik: Ramassona, Wirazia, M. Rey, Bernadetta, Kamila, Astari, Nadia, Putri, Nabillah, Axel.

Penata lampu: Bodat
Crew: Ayip, Reza, Putra, Rahmah, Rima, Rabbani